Sabtu, 18 Juli 2009

Pameran Flora dan Fauna: Angkat Tren Tanaman Buah

Pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng


Peserta pameran flora dan fauna Jakarta (FFJ) 2009 yang akan berlangsung 17 Juli hingga 20 Agustus di Lapangan Banteng Jakarta, ingin mengangkat kembali tren tanaman buah menjadi tanaman idola masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Tanaman buah ini sebenarnya sudah lama, tapi kita ingin angkat kembali sehingga menjadi tren 2009 ini," kata Direktur PT Trumbus Mitra Swadaya Sutrisno, salah satu peserta FFJ di sela-sela mempersiapkan stan pameran di lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (15/7).

Alasan untuk menguatkan kembali tanaman buah sebagai tanaman hias dan penghijauan kata Sutrisno, karena tanaman buah memiliki fungsi ganda. Selain sebagai penghijauan kota, buahnya juga bisa dinikmati. "Konsep ini sejalan dengan gagasan penghijauan yang sekaligus memberi

manfaat ganda," katanya.

Trumbus pada FFJ kali ini akan memamerkan enam jenis tanaman buah yakni mangga, durian, jambu air dan biji, rambutan, buah naga, dan upak landak (anggur Brazil). "Kami juga membuka layanan konsultasi tanaman buah. Konsultasinya gratis," kata Sutrisno.

Trumbus sudah memiliki rekam jejak lebih dari 30 tahun sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada tanaman buah. Kini sudah memiliki lebih dari 3000 produk terdiri tanaman buah, saprotan, buku dan herbal. Sutrisno menargetkan setidaknya produk-produk Trumbus akan laku terjual di arena FFJ sebanyak Rp1 miliar.

Pantauan di arena pameran, tampak beberapa stan lainnya juga mengandalkan tanaman buah sebagai andalan produknya. Sebagian besar dari produk tersebut adalah mangga dan jambu.

Pameran FFJ 2009 ini, panitia pelaksana membuka 400 lebih stan yang akan diisi oleh pegiat fauna dan flora dari DKI Jakarta dan sekitarnya. Menjelang dua hari pembukaan, seluruh stan sudah terisi.

Rabu siang, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ery Basworo, tampak meninjau kesiapan pelaksanaan ajang tahunan DKI Jakarta itu. Beberapa stan sudah berdiri namun belum sepenuhnya tertata rapi.

Ery Basworo mengatakan, melalui FFJ tersebut diharapkan masyarakat Jakarta semakin mencintai tanaman dan mengembangkannya, sehingga menguatkan penghijauan di Jakarta. "Selain pameran nanti juga ada kegiatan merangkai tanaman, menata taman dan bagaimana memelihara tanaman," kata Ery. (Ant/OL-03)

JAKARTA--MI:Rabu, 15 Juli 2009 21:14 WIB

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengapa Kita Perlu Hemat Kertas?

  1. Kebutuhan kertas Indonesia 8 % dari supply oleh HTI dan 92 % illegal logging.

  2. Setiap tahun luas hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali.

  3. Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun.

  4. Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak.

  5. Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.

  6. Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.

Total Tayangan Laman

Entri Populer

e-Billing Kartu Kredit BNI

e-Billing Kartu Kredit BNI
Mari bergabung dengan paperless society untuk anda pemegang kartu kredit BNI

Pegunungan di Magelang

Pegunungan di Magelang
Pemandangan Alam Yang Indah di Magelang

Recent Comments