Jakarta - Pembangunan kabel serat optik bawah laut sepanjang 1.041 kilometer di rute Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar, yang menjadi tahap pertama kick off Palapa Ring, memakan investasi Rp 500 miliar.
Investasi itu digelontorkan Telkom melalui proyek yang dinamakan Mataram-Kupang Cable System. Untuk pembangunannya yang akan dimulai pada 30 November 2009 mendatang, Telkom telah menunjuk vendor penyedia jaringan Huawei Marine.
"Kami menginvestasikan dana Rp 500 miliar untuk membangun backbone tersebut. Penyedia jaringan yang ditunjuk adalah Huawei Marine," ungkap Chief Operating Officer Telkom, Ermady Dahlan, di Jakarta, Rabu (18/11/2009).
Upaya Telkom memperkuat backbone tak lain didorong oleh transformasi bisnis layanan yang dikembangkan perusahaan. Bila pada masa lalu layanan Telkom lebih banyak berbasis suara, maka dewasa ini telah berubah menjadi Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME).
Oleh Telkom, perubahan itu disebut New Wave. "Wilayah timur Indonesia tentu juga ingin menikmati juga New Wave ini," tukas Ermady.
New Wave yang dimaksud adalah lini bisnis di luar telekomunikasi dasar berbasis seluler atau kabel. Bisnis ini identik dengan penggunaan internet dan solusi teknologi informasi.
Pada 2008 lalu, bisnis New Wave Telkom tumbuh 51%. Sedangkan sumbangan terhadap total revenue meningkat menjadi 8,9% pada kuartal ketiga 2009 dibandingkan pada periode sama 2008 yang hanya 6,3 %.
( rou / rou )
rabu, 18/11/2009
source:http://www.detikinet.com/read/2009/11/18/025840/1243705/328/rp-500-miliar-untuk-kick-off
Rabu, 18 November 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Mengapa Kita Perlu Hemat Kertas?
Kebutuhan kertas Indonesia 8 % dari supply oleh HTI dan 92 % illegal logging.
Setiap tahun luas hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali.
Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun.
Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak.
Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.
Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.
Entri Populer
-
Institut Pertanian Bogor (IPB) meresmikan Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim Kawasan Asia Pasifik (CCROM SEAP). Fasilitas ini akan d...
-
(Tema Khusus: Industri Telekomunikasi Selular di Indonesia Pada Saat ini dan Bisnis Model Yang Tepat) Oleh Leonard Tiopan Panjaitan *) I....
-
Industri pertambangan kerap membuat kerusakan lingkungan. Dari mulai hilangnya kawasan hutan hingga menyebab pencemaran. Hal itu diungkapka...
-
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan selama kurun waktu lima tahun (2003 - 2008) total sumber emisi karbondioksida (CO2) di...
-
Oleh: Leonard Tiopan Panjaitan *) Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) merupakan satu-satunya area wisata di Indonesia yang merupakan kawasan...
-
Pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng Peserta pameran flora dan fauna Jakarta (FFJ) 2009 yang akan berlangsung 17 Juli hingga 20 Agu...
-
I. Latar Belakang IPTV adalah singkatan dari Internet Protocol Television yang merupakan layanan program televisi yang bers...
-
Seorang warga melintas di retakan tanah kering akibat panas terik sejak awal bulan ini. Di Marunda, air bersih mulai menjadi persolan serius...
-
Jakarta, Kompas - Sebanyak enam jenis burung yang terancam punah dengan habitat hutan tropis di Sumatera dijadikan gambar prangko baru. Pran...
-
SUMBER DAYA AIR Air bersih menjadi sumber daya yang mulai langka di banyak daerah di Indonesia akibat konversi hutan di hulu dan perubahan ...



0 komentar:
Poskan Komentar