Senin, 01 Maret 2010

Dengan AC, Selamatkan Bumi

PEMANASAN GLOBAL
Pengatur suhu ruangan merupakan peranti yang paling dibutuhkan di perumahan, perkantoran, dan bangunan publik lainnya. Namun, mesin ini paling besar menyedot listrik dibandingkan peranti elektronik lainnya. Maka, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, mulai dari penggunaan mesin inverter hingga sensor pengatur operasi.

Pengatur suhu ruangan yang disebut AC atau air conditioner menjadi produk elektronik yang paling seksi karena keberadaannya memberikan kenyamanan nyata bagi penghuni ruangan.

Selama ini, untuk menambah daya tarik mesin ini, beberapa aplikasi teknologi disisipkan. Antara lain, dipasang teknologi plasma untuk mengurai molekul partikel menjadi ion, yang ukurannya jauh lebih kecil.

Ion ini akan mengikat molekul air. Karena virus bersifat higroskopis, ion ini sekaligus akan menangkap virus. Virus yang tertangkap lalu dikumpulkan dalam filter atau penyaring. Pada sistem plasma, pembangkitan ion tercapai dengan daya hingga 5 elektron volt.

Selain itu, perhatian diarahkan pada upaya meningkatkan efisiensi mesin pendingin ruangan. Untuk itu, diperkenalkan sistem inverter yang merupakan komponen pengatur kecepatan kompresor. Dengan sistem ini, kecepatan AC bisa diatur sesuai kebutuhan. Proses mendinginkan udara pun lebih cepat sehingga konsumsi listrik lebih sedikit.

Menurut Heribertus Ronny, Manajer Produk AC Panasonic Gobel Indonesia, ketika mesin pendingin ini dinyalakan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan 1,5 kali lebih cepat dibanding AC biasa,

Kelebihan lain inverter yang dikembangkan sejak tahun 2007 ini adalah dapat menyesuaikan daya yang dikeluarkan untuk mencapai suhu yang ditetapkan. Pada AC non-inverter pengendalian suhu dilakukan dengan menekan tombol ”ON” dan ”OFF”. Akibatnya, suhu menjadi tidak merata. Sistem inverter berlaku sebaliknya.

Teknologi inverter dikembangkan untuk menghemat listrik dan menekan emisi gas buang karbon dioksida (CO) sehingga AC ini menjadi produk ramah lingkungan. Menurut laporan survei produk berwawasan lingkungan, Peace 2007, setiap penghematan daya listrik 4,7 kilowatt per hari akan mengurangi emisi CO sebanyak 3,7 kg per hari.

Uji coba yang dilakukan perusahaan elektronik Jepang ini menunjukkan, ada penghematan listrik hingga 50 persen dibandingkan dengan AC non-inverter. Pada pengujian, pendinginan dilakukan pada ruangan seluas 16 meter persegi selama 8 jam per hari. Suhu ruangan disetel 25 derajat celsius, suhu di luar ruangan 35 derajat celsius.

Untuk mesin AC berkapasitas 1,5 PK pada sistem konvensional, dibutuhkan daya 6,4 kWh per hari. Adapun yang dilengkapi inverter hanya menggunakan 4,2 kWh per hari.

Dengan memasang sirkit integrasi (IC) sebagai pengendali, inverter akan bekerja dengan daya minimum setelah suhu udara mencapai tingkat yang diinginkan. Penggunaan inverter ini dapat menghemat listrik hingga 50 persen.

Sensor suhu dan gerak

Efisiensi penggunaan listrik masih dapat ditingkatkan dengan menerapkan sensor pada unit pendingin ruangan ini.

Ada dua sensor yang terpasang di ujung kanan bawah kotak pendingin itu, yaitu sensor penangkap keberadaan obyek bergerak dan suhu obyek itu.

Ketika aktivitas obyek itu rendah, misalnya penghuni ruangan tengah membaca buku atau tidur, suhu ruang akan sesuai dengan pengaturan awal, yaitu 25 derajat celsius.

Namun, bila aktivitas tinggi dan jumlah orang bertambah, suhu akan turun 2 derajat celsius secara otomatis. Ketika ruangan kosong, suhu akan naik 2 derajat celsius dari suhu standar pada awalnya.

Dengan menerapkan sensor yang disebut eco-patrol, beban AC dapat diminimalkan sehingga listrik bisa dihemat 20 persen. Bersama penggunaan inverter, total penghematan mencapai 60 persen.

Sensor juga digunakan untuk memonitor udara, yang menunjukkan tingkat kualitas udara ruangan melalui indikator warna lampu kecil di bagian kiri. Udara berkualitas buruk ditunjukkan dengan lampu berwarna merah.

Segera setelah itu sistem pembersih udara, dalam hal ini sistem plasma, akan beroperasi. Sebanyak tiga triliun ion akan dilepaskan untuk menangkap partikel berbahaya di udara, seperti virus, bakteri, dan jamur.

Penggunaan sistem pengendali untuk AC sudah selangkah lebih maju di Korea Selatan. Di Negara Ginseng ini, untuk menyalakan dan mematikan peralatan pendingin ini, dapat dilakukan dengan telepon genggam dari jarak jauh. Dengan demikian, ketika sampai di rumah, penghuninya mendapatkan ruangan telah bersuhu sejuk.

Konsep go green pada AC juga diterapkan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan pada komponen-komponennya, menggantikan logam berbahaya, seperti timbel (Pb) dan kadmium (Cd).

Penggunaan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan juga akan diterapkan pada perabot elektronik lainnya, seperti kulkas, mesin cuci, dan microwave.


Sabtu, 20 Februari 2010 | 04:26 WIB

PENULIS: YUNI IKAWATI

0 komentar:

Poskan Komentar

UNDANGAN KAMPANYE DAN NONTON FILM CLIMATE CHANGE

Dear Greeners,
TCP Indonesia (LSM yang dibentuk oleh AL GORE) mengajak rekan-rekan untuk menghadiri kampanye antisipasi perubahan iklim di Teater Utan Kayu dan Dharmawangsa Square pada hari SABTU, 24 Oktober 2009. Acaranya GRATIS.

Detail informasi di bawah ini:

Salam lestari,

Leo
====================================================================================================
October 23rd, 2009, the next day, October 24th, in conjunction with the 'United Nations Day' and 'The International Day of Climate Action', 'The Climate Project Indonesia' will continue the campaign to a larger audience through organizing an event called "350. Berani?!" or "350. Dare?!" in 2 locations. "Teater Utan Kayu" and "Darmawangsa Square" This event is a cooperation between The Climate Project Indonesia, '89,2 FM Green Radio' and 'Life Begins @ 40'.

Why 350? 350 refers to 350 ppm, the save level of atmospheric CO2 concentration. In September 2009, the atmospheric CO2 concentration has reached 384.78 ppm.

Details of the event in each venue:

1. Teater Utan Kayu
Jl. Utan Kayu No. 68H, East Jakarta
Date: 24 October 2009
Time: 10.00 - 13.00 WIB

Program:

- Film Screening:
1. "Lakukan Sekarang Juga" or "Do it Now", a short film about the climate change and its impact within Indonesia context. A co-production of 'Kemitraan' and 'Dewan Nasional Perubahan Iklim'
2. Short films, winners of Think-Act-Change The Body Shop Documentary Film in 2007 and 2008
3. Discussion with Dorothy Manalu from DNPI and Suzy Hutomo from the Body Shop (Climate Change Campaigner trained by Mr.Al Gore)

- "The Green Lifestyle Clinics". Consult with our 'green' doctors to get tips on how to contribute to the efforts to tackle the climate crisis. Our 'green' doctors are: Dicky Edwin Hindarto (energy efficiency, carbon trading), Suzy Hutomo (green home & green business), Nana Firman (green architecture), Yani Saloh (garden & forestry) and Indra Prakoso (hobby).

- Signing of "Declaration to Secure our Future". This declaration was initiated by Mr. Al Gore with The Climate Project. The signing of this declaration is unique. It is written in a piece of fabric using Batik wax. The participants will sign the declaration with wax using 'canting' (the tool to make Batik). The signed declaration will then be processed to become a piece of Batik. We will send this piece of Batik to Al Gore who will bring it to COP 15 in Copenhagen.

- Music performances

2. Darmawangsa Square The City Walk
Jl. Darmawangsa VI & IX, South Jakarta
Date: 24 October 2009
Time: 14.30 - 17.00 WIB

Program:

- Photo exhibition and slide show. "Images of the Climate Change". A collaboration between The Climate Project Indonesia with its partners such as CIFOR, Fauna Flora International, Jakarta Green Monster, and many other organisations

- "The Green Lifestyle Clinics". Consult with our 'green' doctors to get tips on how to contribute to the efforts to tackle the climate crisis. Our 'green' doctors are: Dicky Edwin Hindarto (energy efficiency, carbon trading), Suzy Hutomo (green home & green business), Nana Firman (green architecture), Yani Saloh (garden & forestry) and Indra Prakoso (green hobby).

- Signing of "Declaration to Secure our Future". This declaration was initiated by Mr. Al Gore with The Climate Project. The signing of this declaration is unique. It is written in a piece of fabric using Batik wax. The participants will sign the declaration with wax using 'canting' (the tool to make Batik). The signed declaration will then be processed to become a piece of Batik. We will send this piece of Batik to Al Gore who will bring it to COP 15 in Copenhagen.

- Music performances

Our special guest stars are among others Debra Yatim (poet/writer), Mira Asmara-Ridhwan (actor, TV presenter), Zulaika (Singer), Andreas Arianto (Musician), and many more.

This event is supported by 'The Body Shop Indonesia', 'Polygon Cycle', 'Selendang Nusantara - Sahabat Museum Tekstil - Batik Lovers Network - Batik Tulis Bergerak', 'Center for International Forestry Research', 'Fauna & Flora International', 'Jakarta Green Monster', 'World Wildlife Fund', 'Greenpeace', 'Climate Justice' and many other NGOs, institutions and individuals, friends of The Climate Project Indonesia.

For further information on this event, send e-mail to The Climate Project Indonesia or Arif Hasyim or send SMS to +62 817 006 1111.

Warm regards,

The Climate Project Indonesia
The Climate Project (TCP) is an international non-profit organization founded by Nobel Laureate and former US Vice President Al Gore with a mission to increase public awareness of the climate crisis at a grassroots level worldwide. TCP Indonesia operates independently as a non-profit organization with assistance from the Indonesian National Council on Climate Change. It aims at communicating climate change, the sciences, the challenges and the solutions to the climate crisis as an effort towards low carbon sustainable development for Indonesia.

e-Billing Kartu Kredit BNI

e-Billing Kartu Kredit BNI
Mari bergabung dengan paperless society untuk anda pemegang kartu kredit BNI

Pegunungan di Magelang

Pegunungan di Magelang
Pemandangan Alam Yang Indah di Magelang

Recent Comments