Rabu, 04 Mei 2011

70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli

Pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan sarana sanitasi secara layak dan sehat. Sebab 70% sumur dangkal yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih tercemar bakteri Escherichia coli (E-coli). Bahkan sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga tercemar bakteri penyebab penyakit diare itu.

"Sarana sanitasi (secara nasional) lebih buruk dari pemenuhan air bersih (layak)," tegas Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo menjawab pertanyaan Media Indonesia seusai acara program hibah air minum di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/5). 

Ia menjelaskan secara nasional baru 65 persen penduduk di perkotaan dan pedesaan memiliki jamban keluarga. Itu pun masih harus dicermati kelayakan sarana dan prasarananya apakah masih berdekatan dengan sumur atau tidak.

Sedangkan melalui program MDGS 2014 diharapkan terjadi peningkatan menjadi 78 persen penduduk memiliki jamban. Masih tingginya penduduk yang belum memiliki jamban secara layak dan sehat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah.

Sehingga program ke depan adalah mencermati secara menyeluruh kualitas sarana dan prasarana terkait hal itu. Sebab, lanjut dia, buruknya sarana jamban keluarga berakibat pada kualitas air bersih di sumur dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Data di Bappenas menyebutkan sekitar 60 persen-70 persen sumur milik warga tercemar e-coli. Bakteri tersebut berasal dari jamban yang berdekatan dengan sumur.

Tidak hanya itu, kata dia, sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga airnya sudah tercemar e-coli. "Sehingga air sungai di Indonesia tidak layak minum," ujarnya. (BN/OL-04)

04 Mei 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengapa Kita Perlu Hemat Kertas?

  1. Kebutuhan kertas Indonesia 8 % dari supply oleh HTI dan 92 % illegal logging.

  2. Setiap tahun luas hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali.

  3. Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun.

  4. Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran pohon berkayu keras dan lunak.

  5. Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.

  6. Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.

Total Tayangan Laman

Entri Populer

e-Billing Kartu Kredit BNI

e-Billing Kartu Kredit BNI
Mari bergabung dengan paperless society untuk anda pemegang kartu kredit BNI

Pegunungan di Magelang

Pegunungan di Magelang
Pemandangan Alam Yang Indah di Magelang

Recent Comments